Menganyam peruntungan pot keranjang tanaman

KONTAN.CO.ID - Di sebuah sudut teras, terlihat pemandangan apik dari beberapa tanaman yang ditaruh dalam keranjang anyaman. Selain tampak asri, tampilan sudut dengan tanaman itu terkesan bersih dan rapi. Dekorasi tanaman dalam keranjang pun kini banyak dijumpai untuk mempercantik sebuah hunian.  

Keranjang anyaman yang tadinya kerap difungsikan sebagai tempat menaruh barang atau tas belanja, kini mulai beralih fungsi menjadi tempat tanaman alias pot sekaligus pernak-pernik dekorasi rumah. Asal tahu saja, jenis tanaman yang ditempatkan di wadah ini adalah tanaman dalam ruangan (indoor).

Ambar Koesoemo Astari, pemilik Keranjang Cantik asal Yogyakarta menjelaskan,  alih fungsi keranjang anyaman ini berawal dari komunitas decor homeliving. Komunitas ini menganggap keranjang anyaman unik menjadi ornamen dekorasi ruangan, dipadu-padankan dengan tanaman.

Sebelumnya, konsep ini sudah lebih dulu tenar di luar negeri. Sedangkan, untuk di dalam negeri mulai ramai digunakan dan naik daun sekitar akhir tahun lalu.

Ambar mengatakan,  sampai sekarang permintaan pasar masih terus tinggi. Bahkan, dia kerap kehabisan stok sehingga mau tidak mau dia menggunakan sistem pre-order (PO) dengan masa tunggu sampai satu hingga dua minggu.

Dalam sebulan, dia bisa menangguk penjualan lebih dari 100 set keranjang anyaman. Harganya dipatok mulai dari Rp 130.000 sampai Rp 270.000 per set (isi tiga).

Konsumennya, tidak hanya berasal dari sekitar Pulau Jawa, melainkan merata dari Sabang hingga Merauke. Bahkan, dia sempat mendapatkan pesanan dari negara tetangga, Malaysia. Untuk memenuhi seluruh kebutuhan pasar, Ambar bekerjasama dengan satu workshop asal Kulon Progo, Jawa Tengah.

Pemain lainnya adalah Anggita Paramita, pemilik Summer_Homeliving, asal Tangerang Selatan, Banten. Menurutnya, alih fungsi keranjang anyaman yang sekarang ini banyak dipakai untuk tempat meletakkan pot tanaman sudah terasa sejak dua tahun lalu.

Meski sudah lama, Anggita menyatakan, permintaan pasar tetap tinggi. Dalam sebulan dia bisa menjual puluhan unit keranjang anyaman. "Jumlah barang yang saya ambil dari para perajin terus naik hingga dua kali lipat saat masuk bulan ketiga," katanya kepada KONTAN.

Bahkan, saat menjelang hari raya, seperti Idul Fitri dan Natal serta momen akhir tahun penjualannya naik sekitar 50% dari biasanya.

Anggita mematok harga keranjang anyamannya ini mulai dari Rp 50.000 sampai Rp 200.000 per unit. Dia menjalin kerjasama dengan dua orang perajin yang berada di wilayah Klaten, Jawa Tengah dan Kalimantan. Sekedar info, ada dua jenis keranjang anyaman yang disediakan yaitu eceng gondok dan purun.       


Reporter Tri Sulistiowati
Editor : Johana K.

KERAJINAN

Berita terbaru Peluang Usaha

0 Response to "Menganyam peruntungan pot keranjang tanaman"

Posting Komentar